Sejak pisah tinggal dari orang tua mulai kuliah, sekarang sudah 2012, artinya hampir 6tahun sudah merantau dengan alasan “menuntut ilmu”. masihkan perlu menetap di kota orang ini? atau haruskah kembali mengeluarkan alasan klasik “menuntut ilmu” ke negeri orang? banyak pertimbangan yang harus di pikirkan. namun jika mau jujur, ingin rasa nya kembali ke kota asal dan berkarya disana.
sempat bermimpi untuk berkarya di kota sendiri, dekat dengan orang tua, keluarga dan kampung halaman tercinta.
now, that dreams, be a spirit for me, a spirit to create something new, something different,..at least for my main-set.
the chances, challenges and many thing i can do..
angan-angan itu sudah sedikit nyata, setidak nya sudah punya suatu pemikiran kesana.
mudah2an dalam waktu dekat keyakinan ini semakin kuat…kuat dan siap!
Bismillah.Barakallah…amiinn

Jakarta, 12012012
IPS

iseng nulis ttg indonesia wifi

Posted: September 15, 2011 in My Life
Tags:

Dewasa ini, akses internet menjadi suatu kebutuhan yang mutlak. Selain karna perkembangan gadget yang sangat cepat, ketergantungan akan akses internet dan kebutuhan untuk tetap online dimanapun dan kapanpun menjadi salah satu landasan bertumbuhnya akses WiFi, tak terkecuali di indonesia.
Melihat hal itu mungkin kita mengidamkan akses wifi yang benar-benar gratis seperti yang di terapkan di negara singapura dengan platform wireless@SG. Tetapi melihat dari luas daratan di indonesia seperti nya hal itu hanya akan terjadi jika orang paling kaya di dunia seperti pak warren buffet menghabiskan kekayaan nya untuk deployment hal itu. Mimpi ! Saya sangat berani bertaruh kalau hal itu hanya mimpi. Karena bisa di bayangkan berapa besar investasi yang akan di serap kalau ingin menciptakan hal itu. Iming2 gratis mungkin bisa, tetapi bakal dibatasi oleh waktu atau pun usage yang kita gunakan. Jika lewat, siap2 saja akan dikena kan biaya yang bisa saja secara otomatis atau harus daftar dahulu.

Tetapi, PT. Telkom selaku perusahaan penyedia jasa telekomunikasi ingin merintis project ini. Mungkin masih tidak merata. Tetapi di beberapa tempat strategis sudah ada akses wifi yang bisa di gunakan dari PT. Telkom dengan brand TelkomHOTSPOT. Untuk itu kita berharap jaringan akses wifi gratis dari Telkom ini bs merata di seluruh indonesia.
Sekedar bocoran, sampai akhir tahun ini pihak Telkom rencana ingin membangun 5000 titik yang tersebar di 40 kota besar di indonesia. Hal ini tentu tidak main-main, sampai menjadi concern dari TELKOM01 nya sendiri. Mudahan aja kita sebagai rakyat bisa menikmati fasilatas yang sangat bermanfaat ini. Karena ini secara tidak langsung bs mensukseskan cita2 bangsa kita yang ada di UUD45.

Halah..sok diplomatis banget. Maklum lagi stress kerjaan numpuk.. Dan lagi iseng gk ada kerjaan. Eit, sebenar nya ada kerjaan, yaitu mendengarkan rapat.. Krn yang rapat level2 atas, kami, menjadi pendengar yang baik..

‎​Hâháhá=D =)) áhâhâ=))=DháHªhª =D,sudah jam 17.00, waktu nya kembali ke NOC dan rapat-rapat dan rapat. Semoga project indonesia wifi ini sukses.
Mohon doa nya kawan.

Cmiiw.

happy ied mubarak..

Posted: September 6, 2011 in My Life

Untuk semua, minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan bathin ya.. Semoga semua amal ibadah kita selama bulan suci ramadhan di terima ‎​​اَللّهُ swt. Dan kita semua menjadi hamba nya yang bertaqwa. Aminn ya robbal alamin..

My next target…bismillah..

Posted: August 10, 2011 in My Life

First of all, i would say thanks to my friend Shibata, from sharing information in yahoo, today, i have new target to my career certification.
CCIE, yes.. CCIE written RS. :)
Wonder? so risk? yes..i know.

The first and most obvious reason to take the CCIE RS written exam is that it is the first step toward obtaining the CCIE Routing and Switching certification. Also, we cannot schedule a CCIE lab exam until we pass the corresponding written exam. In short, if we want all the professional benefits of a CCIE RS certification, we MUST start by passing the written exam.!!
The benefits of getting a CCIE certification are varied, among which are the following:
■ Better pay
■ Career-advancement opportunities
■ Prestige

The other big reason i want to take the CCIE RS written exam is that it can recertifies an individual’s associate-, professional-, and expert-level Cisco certifications. In other words, passing any CCIE written exam recertifies that person’s CCNA, CCNP, CCIP, CCSP, CCDP, and so on.

So, i guess, i have no reason dont try to get CCIE written,
Come on, my friend..
i remember quote from someone about the power of believe,
“if you believe you can, you probably can and If you believe you won’t, you most assuredly won’t”
First step, we must make sure that, we can get it.
yeah..we can get it..

Happy learning…happy learning To get that logo in your resume and CCIE number..

Regards,
IPS

Situs berita online serentak memberitakan nazaruddin tertangtap di kolombia. benar kah? apa memang sudah rekayasa? korban politik dan skenario belaka. entah lah..
memang kasus ini menyita bnyak perhatian masyarakat. tentang kredibilitas KPK, Anas dan Partai penguasa di bongkar nya, tapi apakah itu benar atau sudah di “jadwal” kan? nah..itu yang kita tunggu tunggu.
tapi apa adil klo yang mengusut KPK ? yg notabene mau di bongkar nya..
wahh..memang krusial.

satu yang menjadi pelajaran kita semua,
POLITIK itu KEJAM. KAWAN bisa jadi LAWAN.
Saling menindas.
so, berhati-hati lah klo ingin berPolitik.

Hmmm..bagi anda yang bingung masalah di dunia per-Tilangan, mungkin ini bisa jadi referensi. sialnya, tadi pagi saya baru saja kena tilang, cerita nya melanggar rambu lalu lintas. ini saya lakukan krn merasa sudah telat berangkat kantor, dan saya putuskan untuk jalan di daerah forbidden alhasil, sang penegak Tilang sudah menanti di balik ke ramaian, seakan2 menjebak pengendara..kenapa saya bilang seperti itu?
yaa, karena kalo memang dia Penegak hukum (bukan penegak TILANG) pasti mereka harusnya jaga di tempat2 yang sering di langgar, dan saat ada pengendara yang ingin melakukan pelanggaran (forbidden) jadi takut dan akhirnya tidak akan melanggar donk ya?
tapi ini kok rasa nya ini polantas bukan nya mau seperti itu, malah dia membiarkan pengendara melanggar dulu, dan setelah itu baru deh ditangkap..

…kasian negeri ini, punya penegak lalu lintas yang punya mainset seperti ini….

kenapa seperti itu? saya mendampakan polantas yang ber mainset “mencegah”, bukan yang bersifat “menangkap”!!!

Okey, mungkin ini kronologis nya..
Back to topic, saya pernah tahu masalah Slip biru atau slip merah saat kena tilang.
kebetulan, temen saya pernah meberi informasi masalah ini melalui Blackberry Messenger.
inti nya klo kita minta slip biru (mengakui kesalahan) kita hanya membayar 36.500 yang di setor ke BRI dan bisa menukarkan dengan SIM atau STNK yang ditahan. tapi kalo pake slip merah kita harus sidang. biasa nya waktu sidang nya sekitar 2minggu dari kejadian.

Okey, berbekal pengetahuan itu, saya pun dengan pede bilang ke polisi, “Slip Biru aja, Pak”
Setelah asik menulis di surat tilang nya, saya di beri informasi, kalau denda yang harus di setor ke BRI adalah Rp.500.000. HAH? APA-APAAN INI? dan saya langsung berontak donk, diskusi pun berlangsung alot, dan ternyata setelah saya konfirmasi ke penerangan dirlantas polri ternyata informasi itu benar.

Jadi, kalau kita minta slip biru, kita mengakui kesalahan. dan kita harus bayar sesuai denda yang tertera di pasal tersebut (UU no 22 tahun 2009), singkat nya
1. Rp.100.000 kalau salah tidak menyalahkan lampu motor Read the rest of this entry »